Ketua Bawaslu Takalar Paparkan Sejarah dan Dinamika Demokrasi pada Dialog Hipermata Kom. UNM
|
Takalar — Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Takalar memaparkan perjalanan sejarah demokrasi Indonesia dalam kegiatan Dialog dan Bazar Hipermata Komisariat Universitas Negeri Makassar (UNM) yang mengangkat tema “Demokrasi dalam Tekanan Zaman; Mencari Arah, Menjaga Harapan”.
Speaker pada dialog, Ketua Bawaslu Takalar Nellyati, Ketua KPU Takalar Hamdani Pattiha dan Ketua PB. Hipermata Ilham Akbar yang berlangsung di Cafe Sharelok Takalar, Minggu (8/2/2026).
Dalam pemaparannya, Ketua Bawaslu Takalar, Nellyati menjelaskan bahwa demokrasi Indonesia telah melalui proses panjang yang penuh dinamika, mulai dari masa awal kemerdekaan, era demokrasi terpimpin, orde baru, hingga reformasi dan demokrasi elektoral saat ini. Menurutnya, setiap fase memiliki tantangan tersendiri yang membentuk wajah demokrasi Indonesia hari ini.
“Demokrasi bukan sesuatu yang statis. Ia terus bergerak mengikuti perubahan zaman, tantangan hari ini berbeda dengan masa lalu, mulai dari politik identitas, disinformasi, hingga menurunnya kepercayaan publik terhadap proses demokrasi,” ujar Nelly di hadapan peserta dialog.
Ia menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam menjaga nilai-nilai demokrasi agar tetap hidup dan bermakna. Mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis sebagai agen kontrol sosial sekaligus penyampai gagasan kritis terhadap penyelenggaraan demokrasi dan pemilu.
Lebih lanjut, Nellyati juga menyoroti pentingnya pengawasan partisipatif sebagai salah satu upaya menjaga kualitas demokrasi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa untuk tidak bersikap apatis, melainkan aktif terlibat dalam mengawal proses demokrasi, terutama menjelang dan saat pelaksanaan pemilu.
Kegiatan dialog ini menjadi bagian dari rangkaian acara Dialog dan Bazar Hipermata Kom. UNM yang bertujuan membuka ruang diskusi publik mengenai isu-isu demokrasi kontemporer sekaligus mempererat kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, dan lembaga penyelenggara pemilu.
Acara berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab, di mana peserta aktif menyampaikan pandangan dan kegelisahan mereka terkait kondisi demokrasi saat ini. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kritis serta optimisme generasi muda dalam menjaga dan merawat demokrasi di tengah tekanan zaman.
(Humas Bawaslu Kab. Takalar)