Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Mendengar Pemilih Disabilitas, Bawaslu Takalar Hadirkan PPDI dan HWDI

Ketua PPDI dan HWDI hadir menyampaikan harapan dan saran pemilu mendatang di Bawaslu Takalar

Ketua PPDI dan HWDI hadir menyampaikan harapan dan saran pemilu mendatang di Bawaslu Takalar

Takalar – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Takalar menggelar kegiatan Bawaslu Mendengar Pemilih Disabilitas sebagai bentuk komitmen memperkuat pengawasan partisipatif yang inklusif dan ramah disabilitas, Senin (29/12/2025) di Media Center.

Kegiatan ini menghadirkan Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Takalar dan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kabupaten Takalar. Forum dialog ini menjadi ruang bagi lembaga disabilitas untuk menyampaikan pengalaman, kebutuhan, serta berbagai kendala yang dihadapi dalam setiap tahapan pemilu dan pemilihan.

Kasmawati, Ketua HWDI Takalar mengatakan kendalanya hingga sekarang tidak ada pendataan disabilitas yang memudahkan komunikasi dan koordinasi dalam setiap pelaksanaan Pemilu, sehingga menjadi salah satu penyebab kurang maksimal partisipasi pemilih disabilitas pada pemilihan yang lalu.

Sementara Ketua PPDI Kabupaten Takalar, Hendrik berharap adanya peningkatan aksesibilitas bagi Penyandang disabilitas. Ia menjelaskan kertas suara menggunakan kertas braille yg tdak semua bisa membaca, olehnya itu perlu pendampingan khusus bagi  pemilih disabilitas yang tidak mampu membaca dengan kertas braille.

Melalui diskusi terbuka, peserta menyampaikan aspirasi terkait aksesibilitas tempat pemungutan suara (TPS), ketersediaan alat bantu, akses informasi kepemiluan, hingga perlunya peningkatan pemahaman penyelenggara pemilu terhadap hak-hak politik penyandang disabilitas bahkan sebaiknnya dilibatkan sebagai penyelenggara dan pengawas pemilu.

Pimpinan Bawaslu Takalar, Zahlul Padil mengatakan tingkat patisipasi pemilih disabilitas pemilihan 2024 lalu rendah, sehingga perlu didengar kendala bagi pemilih disabiltas.

"Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam proses demokrasi, baik sebagai pemilih maupun sebagai pengawas partisipatif, masukan dari PPDI dan HWDI Takalar menjadi bahan penting untuk memperkuat rekomendasi pengawasan serta mendorong penyelenggaraan pemilu yang lebih inklusif dan berkeadilan, "terangnya.

Kegiatan Bawaslu Mendengar Pemilih Disabilitas ini diharapkan dapat mempererat sinergi antara Bawaslu dan organisasi/lembaga disabilitas di Takalar, sekaligus memastikan bahwa prinsip pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil benar-benar dirasakan oleh seluruh warga negara tanpa terkecuali.


(Humas Bawaslu Kab. Takalar)