Bawaslu Takalar Siap Gelar P2P, Akan Hadirkan Pemilih Pemula, Perempuan, Disabilitas dan Masyarakat Adat
|
Takalar - Bawaslu Kabupaten Takalar menyatakan kesiapan pelaksanaan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Mei 2026.
Kegiatan ini akan menghadirkan peserta dari berbagai latar belakang dengan kriteria yang beragam, sebagai upaya memperkuat peran masyarakat dalam pengawasan pemilu.
Ketua Bawaslu Takalar, Nellyati menyampaikan bahwa P2P merupakan salah satu program strategis untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan publik dalam proses demokrasi, khususnya dalam hal pengawasan partisipatif.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki pemahaman yang baik terkait pengawasan pemilu, serta mampu berkontribusi aktif dalam menjaga integritas proses demokrasi,” ujar Nelly, Rabu (29/4/2026).
Sebanyak 40 Pendaftar sebagai peserta P2P di Kabupaten Takalar dengan rincian terdapat keterwakilan perempuan sebanyak 13 Pendaftar (32,5%) dan laki-laki 27 pendaftar (67,5%).
Ince Hadiy Rachmat, Kordiv PPPS menuturkan kegiatan ini merupakan program Bawaslu yang rencananya dilaksanakan oleh 24 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan, saat tahapan pendaftaran peserta selesai yang selanjutnya akan dibahas kesiapan pelaksanaan teknis kegiatan P2P tersebut.
Sementara Zahlul Padil, Kordiv HPPH mengungkapkan peserta yang akan dilibatkan dalam kegiatan ini berasal dari berbagai unsur, di antaranya Pemilih Pemula (Pelajar) dan pemilih muda, perwakilan perempuan, Organisasi Mahasiswa dan OKP, Organisasi Disabilitas HWDI Takalar, Karang Taruna, masyarakat adat/Pemuda Laikang serta tokoh pemuda dan masyarakat Kabupaten Takalar.
Keberagaman ini diharapkan dapat menciptakan perspektif yang inklusif dalam pengawasan pemilu mendatang, Bawaslu Takalar menegaskan komitmennya untuk terus mendorong partisipasi publik sebagai bagian penting dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan transparan.
(Humas Bawaslu Kab. Takalar)