Lompat ke isi utama

Berita

Jelang Pilketos Serentak, Bawaslu Takalar Edukasi Ribuan Siswa Berdemokrasi Cerdas dan Berintegritas

Pimpinan Bawaslu Takalar Edukasi Ribuan Siswa SMAN 3 Takalar jelang Pilketos Serentak 2026

Pimpinan Bawaslu Takalar Edukasi Ribuan Siswa SMAN 3 Takalar jelang Pilketos Serentak 2026

Takalar — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) Serentak di Sulawesi Selatan, Bawaslu Kabupaten Takalar memberikan edukasi demokrasi kepada ribuan siswa di lapangan SMAN 3 Takalar, Jum'at (18/9/2026).

Edukasi kepemiluan menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai demokrasi, integritas, serta kesadaran politik kepada generasi muda, khususnya siswa yang nantinya akan menjadi pemilih pemula.

Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Takalar mengajak para siswa memahami bahwa demokrasi tidak hanya berlangsung dalam pemilihan umum, tetapi dapat dikenalkan dan dipraktikkan sejak lingkungan sekolah, juga mengajak pemilih pemula berpartisipasi dalam pengawasan pemilu.

Pimpinan Bawaslu Takalar, Zahlul Padil, menegaskan bahwa Pilketos merupakan bagian dari proses pendidikan demokrasi sejak dini. Menurutnya, pemilihan ketua OSIS dapat menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk mengenal proses pemilihan yang demokratis, langsung, umum, bebas, rahasia (luber) dan jujur, adil (jurdil) serta berintegritas.

“Pilketos ini menjadi pesta demokrasi sejak dini. Ini adalah ruang bagi generasi pemilih pemula untuk belajar berdemokrasi secara cerdas, memahami proses pemilihan, serta membangun integritas sejak berada di bangku sekolah,” tegas Zahlul.

Ia menambahkan, pengalaman mengikuti proses demokrasi di sekolah diharapkan dapat membentuk sikap kritis dan bertanggung jawab para siswa. Mereka tidak hanya menjadi peserta dalam pemilihan, tetapi juga memahami pentingnya menghargai perbedaan pilihan, menolak praktik-praktik yang mencederai demokrasi, mencegah dan mengawasi kecurangan dalam pemilihan serta menjaga persatuan.

Bawaslu Takalar juga menekankan pentingnya menjadikan Pilketos sebagai sarana pembelajaran mengenai prinsip-prinsip demokrasi. Para siswa didorong untuk menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, mengenali gagasan dan program kandidat, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Menurut Zahlul, pendidikan demokrasi di sekolah memiliki posisi penting karena para siswa merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan kualitas demokrasi masa mendatang.

“Demokrasi yang berintegritas harus dibangun melalui proses pendidikan yang berkelanjutan. Karena itu, sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, kebebasan memilih, dan penghormatan terhadap perbedaan,” ujarnya.

Melalui edukasi tersebut, Bawaslu Takalar berharap pelaksanaan Pilketos serentak tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepemimpinan organisasi siswa, tetapi juga menjadi laboratorium demokrasi yang membentuk karakter pemilih pemula yang cerdas, kritis, bertanggung jawab, dan berintegritas.

Terima kasih kepada Kepala Sekolah, Guru Pembina OSIS, Ketua dan Pengurus OSIS SMAN 3 Takalar serta Forum AWAS Pelajar sehingga Bawaslu Takalar dapat bertatap muka dengan pelajar dan mengedukasi dalam meningkatkan pemahaman demokrasi dan pengawasan partisipatif, tambahnya.

Dengan demikian, pengalaman berdemokrasi sejak sekolah diharapkan dapat menjadi bekal bagi para siswa ketika kelak menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Umum maupun pemilihan Kepala Daerah mendatang.


(Kudri/Humas Bawaslu Kab. Takalar)