Lompat ke isi utama

Berita

Konsolidasi Demokrasi Bersama HIPERMATA Komisariat UNM, Bahas Tantangan Demokrasi dan Arah Demokrasi Masa Depan

Konsolidasi demokrasi dengan Hipermata Kom UNM

Konsolidasi demokrasi dengan Hipermata Kom UNM

Takalar — Konsolidasi demokrasi Bawaslu Kabupaten Takalar bersama Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar (HIPERMATA) Komisariat Universitas Negeri Makassar (UNM) menjadi ruang diskusi untuk membahas berbagai persoalan demokrasi yang berkembang saat ini, sekaligus melihat arah demokrasi Indonesia di masa mendatang di Media Center, Senin (19/1/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat sejumlah isu strategis, mulai dari tantangan partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi, kualitas proses politik, pendidikan politik bagi generasi muda, hingga pentingnya menjaga transparansi dan integritas dalam setiap proses demokrasi.

Dalam diskusi, Pimpinan Bawaslu Takalar dan Pengurus Hipermata Kom. UNM membahas perkembangan wacana mengenai pemilihan Kepala Daerah, khususnya pemilihan Bupati melalui mekanisme perwakilan di DPRD.

Wacana tersebut dipandang perlu dikaji secara komprehensif dengan mempertimbangkan prinsip kedaulatan rakyat, representasi politik, akuntabilitas, serta dampaknya terhadap partisipasi masyarakat.

Ketua Bawaslu Takalar, Nellyati mengatakan isu perubahan mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan persoalan yang memiliki konsekuensi luas terhadap kehidupan demokrasi. Karena itu, setiap gagasan mengenai masa depan sistem pemilihan perlu dibicarakan secara terbuka dengan melibatkan masyarakat, akademisi, organisasi kepemudaan, serta berbagai pemangku kepentingan, ujarnya.

"Generasi muda, khususnya mahasiswa, dinilai memiliki posisi penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami proses politik, tetapi juga mampu menjadi kelompok kritis yang mengawal kebijakan publik dan mendorong terciptanya demokrasi yang lebih partisipatif", tegas Nelly.

Sementara Zahlul Padi mengungkapkan Melalui konsolidasi ini, kita berharap HIPERMATA Komisariat UNM mendorong lahirnya ruang-ruang dialog yang konstruktif mengenai masa depan demokrasi.

Perbedaan pandangan dalam demokrasi diharapkan tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi bagian dari proses untuk menemukan gagasan terbaik bagi penguatan kehidupan demokrasi, terang Zahlul.

Konsolidasi demokrasi tersebut pada akhirnya menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa masa depan demokrasi tidak hanya ditentukan oleh institusi politik, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat, terutama generasi muda, mengambil bagian dalam menjaga partisipasi, kebebasan berpendapat, transparansi, dan akuntabilitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


(Kudri/Humas Bawaslu Kab. Takalar)